Kiaji’s Blog

Just another WordPress.com weblog

UANG ASMA

UANG ASMA ini berbeda dengan Uang Balik yang selama ini banyak digembor-gemborkan oleh banyak Paranormal, karena UANG ASMA ini adalah sebuah media yang akan membantu Anda dalam mengatasi masalah ekonomi yang tidak bertentangan dengan Agama, tidak seperti halnya pesugihan karena UANG ASMA ini adalah Pesugihan Islami dan tidak syirik.

Dengan UANG ASMA ini Anda akan dapat mendatangkan uang secara ghaib dari segala penjuru dan datang kepada Anda dengan derasnya sehingga Anda akan terbebas dari masalah hutang piutang dan Anda dapat menikmati kemakmuran sebagai karunia dari Ilahi yang Maha Kaya dan Maha Pemurah. Cara kerja UANG ASMA ini sangat alami dengan membantu Anda secara ghoib untuk memudahkan mendatangkan uang dan penghasilan lainnya selama usaha yang Anda lakukan tidak menyalahi syare’at.

UANG ASMA ini selain berfungsi sebagai pemanggil uang juga bisa Anda pergunakan sebagai pelaris usaha / dagangan dan bagi Anda yang belum mendapat pekerjaan yang Anda idamkan UANG ASMA ini juga bisa Anda manfaatkan dan membantu Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan dengan cepat.

Kami tidak akan menggembor-gemborkan kekuatan dari UANG ASMA ini kepada Anda karena Anda sendirilah yang akan merasakan bagaimana dahsyatnya UANG ASMA ini dalam mendatangkan rizki kepada Anda dari berbagai arah dan penjuru. UANG ASMA ini berfungsi untuk selamanya dan dapat diwariskan kepada anak cucu.

Syarat bagi Anda yang ingin mendapatkan UANG ASMA ini adalah :

* Anda memiliki pekerjaan dan bagi yang belum maka Anda akan cepat mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
* Bernadzar dan berniat akan menyisihkan sebagian penghasilan Anda kepada anak yatim dan kaum fakir miskin.
* Tidak berlaku takabur jika Anda telah makmur.
* Selalu bersyukur kepada Allah atas segala karunia dan rizki yang telah diberikan kepada Anda.

Mahar Rp. 1.000.000,-

View on Path

Mei 8, 2015 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Tulisan Berikutnya

GRIYA  SUPRANATURAL

“LANGLANG JAGAD”

ki ajie baru1

Pengasuh: Ki Aji Langlang Jagad

http://www.langlangjagad.com

Maret 15, 2009 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

Khasiat dan Manfaat ASMA SUNGAI RAJA

Khasiat dan Manfaat ASMA SUNGAI RAJA

Saat ini kejahatan merajalela, perampokan, penodongan, pemerkosaan terang terangan disiang bolong setiap detiknya nyawa terancam. Dengan menguasai asma sungai raja maka Insya Allah sekali ucap akan jadi kenyataan, sekali sentuh lawan pingsan dan sekali bentak lawan terpental dan akan kebal dengan berbagai senjata tajam, serta yang paling penting, anda terlindungi dari berbagai unsur kejahatan.
SUNGAI RAJA adalah kunci rahasia dan pembimbingan tercapainya hakekat/puncak kehidupan manusia. SUNGAI RAJA mampu mengetahui hal-hal dan fenomena bisikan gaib yang tidak dapat diketahui oleh pikiran kita.

Maret 7, 2009 Posted by | KEILMUAN | Tinggalkan komentar

ASMA SUNGAI RAJA

ASMA SUNGAI RAJA

Asma Sungai Raja adalah merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yg multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yg berpendapat, bahwa memiliki ilmu satu ini bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, Asma Sunge Raja bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen atau untuk seumur hidup. Selain itu asma ini telah kami teliti selama berbulan bulan, dan ternyata bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim.
Asma Sunge Raja ini merupakan ilmu tua yang usianya diperkirakan telah mencapai kurang lebih 5000 tahun. Menurut informasi, diseluruh Indonesia khususnya di Pulau Jawa ada 5 versi ASR, yang mana setiap versi berbeda mantera serta memiliki kelebihan masing masing. Didalam asma ini, terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan) dll.
Menurut riwayatnya, konon Asma luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Berdasarkan informasi, ilmu ini telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yg dianggap pantas untuk mewarisinya. Adapun di Indonesia, dua tokoh yang diketahui telah menerima ijazah ASR secara langsung dari Nabi KHidir AS adalah Embah Kuwu Sangkan (Pangeran Cakrabuana/Raden Walang Sungsang) pendiri kota cirebon sekaligus paman sunan Gunung Jati Cirebon, dan Syaikh Abu Syamsudin di Batu Ampar, Madura.

Maret 7, 2009 Posted by | KEILMUAN | Tinggalkan komentar

Kapsul Kecerdasan

silahkan kunjungi http://www.langlangjagad.com

Maret 6, 2009 Posted by | PENGOBATAN | Tinggalkan komentar

Produk dan Jasa Metafisik

silahkan kunjungi http://www.langlangjagad.com

Maret 6, 2009 Posted by | PRODUK DAN JASA METAFISIK | Tinggalkan komentar

KAPSUL AURA

silahkan kunjungi
http://www.langlangjagad.com

Maret 6, 2009 Posted by | PENGOBATAN | Tinggalkan komentar

AURA

Kalau kita perhatikan dengan santai dan pandangan yang jernih maka kita dapat melihat walau mungkin secara samar bahwa pada badan yang hidup ( juga ada badan tak hidup ) terdapat semacam lapisan warna yang meliputinya yang kita kenal dengan nama AURA

Warna dari Aura mirip seperti warna pelangi yang menyelimuti permukaan sebuah benda (terutama benda hidup) dan warna tsb dapat berubah setiap saat tergantung dari keadaan mental orang tsb.

Pada manusia Aura dapat kita lihat menjadi TIGA bagian .

Bagian pertama atau bagian yang paling dekat dengan permukaan tubuh yang seakan menyelimuti dan mengikuti lekuk tubuh secara tepat adalah Aura Kembaran kita.(atau disebut juga Aura kembaran Etheris).

Warna Aura ini kebanyakan berwarna gelap atau kadang agak kelabu.

Lapisan Kedua terletak diatasnya atau diluarnya adalah Aura bagian dalam yang sedikit banyak mencermin kankeadaan kesehatan si pemilik tubuh tsb.

Lapisan ketiga adalah lapisan diatasnya lagi atau dibagian luarnya lagi yang kita sebut Aura bagian luar ,yang sangat banyak terpengaruh oleh keadaan mental atau kebatinan orang ybs.

Warna dan Artinya :

Hitam

Lebih banyak diartikan sebagai pikiran yang negatif

Merah

Lebih banyak diartikan dengan kemarahan dan hawa nafsu

Coklat

Lebih banyak diartikan dengan keserakahan dan mementingkan diri sendiri.

Abu-Abu

Lebih banyak diartikan dengan suasana kemuraman dan kesedihan kadang ketakutan.

Oranye

Lebih diartikan dengan ambisi.

Kuning

Lebih diartikan dengan kecerdasan pada ybs.

Hijau

Sifat baik

Biru

Rasa keagamaan ,ketaatan dan cita-cita mulia

Putih

Menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.

Tentu masih banyak lagi warna kombinasinya yang dapat kita lihat dan ini mempunyai arti gabungan tsb.

Januari 24, 2009 Posted by | KEILMUAN | Tinggalkan komentar

ARYA PENANGSANG

##Silsilah##
Menurut Serat Kanda, Ayah dari Arya Penangsang adalah Raden Kikin putra Raden Patah raja pertama Kesultanan Demak. Ibu Raden Kikin adalah putri bupati Jipang sehingga ia bisa mewarisi kedudukan kakeknya. Selain itu Arya Penangsang juga memiliki saudara lain ibu bernama Arya Mataram.
Pada tahun 1521 Pangeran Sabrang Lor raja kedua Demak meninggal dunia. Kedua adiknya, yaitu Raden Kikin dan Raden Trenggana berebut takhta. Raden Mukmin (putra Raden Trenggana) mengirim utusan membunuh Raden Kikin sepulang salat Jumat di tepi sungai. Sejak itu, Raden Kikin terkenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen (bunga yang gugur di sungai).
Sepeninggal ayahnya, Arya Penangsang menggantikan sebagai bupati Jipang Panolan. Saat itu usianya masih anak-anak, sehingga pemerintahannya diwakili Patih Matahun. Wilayah Jipang Panolan sendiri terletak di sekitar daerah Blora, Jawa Tengah.

##Aksi pembunuhan##
Raden Trenggana naik takhta Demak sejak tahun 1521 bergelar Sultan Trenggana. Pemerintahannya berakhir saat ia gugur di Panarukan, Situbondo tahun 1546. Raden Mukmin menggantikan sebagai sultan keempat bergelar Sunan Prawoto.
Pada tahun 1549 Arya Penangsang dengan dukungan gurunya, yaitu Sunan Kudus, membalas kematian Raden Kikin dengan mengirim utusan bernama Rangkud untuk membunuh Sunan Prawoto. Rangkud sendiri tewas pula, saling bunuh dengan korbannya itu.
Ratu Kalinyamat adik Sunan Prawoto menemukan bukti kalau Sunan Kudus terlibat pembunuhan kakaknya. Ia datang ke Kudus meminta pertanggungjawaban. Namun jawaban Sunan Kudus bahwa Sunan Prawoto mati karena karma membuat Ratu Kalinyamat kecewa.
Ratu Kalinyamat bersama suaminya pulang ke Jepara. Di tengah jalan mereka diserbu anak buah Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat berhasil lolos sedang suaminya terbunuh.
Arya Penangsang kemudian mengirim empat orang utusan membunuh saingan beratnya, yaitu Hadiwijaya, menantu Sultan Trenggana yang menjadi bupati Pajang. Meskipun keempatnya dibekali keris pusaka Kyai Setan Kober, namun, mereka tetap dapat dikalahkan Hadiwijaya dan dipulangkan secara hormat.
Hadiwijaya ganti mendatangi Arya Penangsang untuk mengembalikan keris Setan Kober. Keduanya lalu terlibat pertengkaran dan didamaikan Sunan Kudus. Hadiwijaya kemudian pamit pulang, sedangkan Sunan Kudus menyuruh Penangsang berpuasa 40 hari untuk mendinginkan amarahnya yang labil.

##Sayembara##
Dalam perjalanan pulang ke Pajang, rombongan Hadiwijaya singgah ke Gunung Danaraja tempat Ratu Kalinyamat bertapa. Ratu Kalinyamat mendesak Hadiwijaya agar segera menumpas Arya Penangsang. Ia yang mengaku sebagai pewaris takhta Sunan Prawoto berjanji akan menyerahkan Demak dan Jepara jika Hadiwijaya menang.
Hadiwijaya segan memerangi Penangsang secara langsung karena merasa sebagai sesama anggota keluarga Demak. Maka diumumkanlah sayembara, barangsiapa dapat membunuh bupati Jipang tersebut, akan memperoleh hadiah berupa tanah Pati dan Mataram.
Kedua kakak angkat Hadiwijaya, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi mendaftar sayembara. Hadiwijaya memberikan pasukan Pajang untuk membantu karena anak angkatnya, yaitu Sutawijaya (putra kandung Ki Ageng Pemanahan ikut serta.

##Kematian##
Ketika pasukan Pajang datang menyerang Jipang, Arya Penangsang sedang berpesta merayakan keberhasilannya berpuasa 40 hari. Surat tantangan atas nama Hadiwijaya membuatnya tidak mampu menahan emosi. Meskipun sudah disabarkan Arya Mataram, Penangsang tetap berangkat ke medan perang.
Perang antara pasukan Pajang dan Jipang terjadi di dekat Bengawan Sore. Perut Penangsang robek terkena tombak Kyai Plered milik Sutawijaya. Meskipun demikian Penangsang tetap bertahan. Ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip dipinggang.
Penangsang berhasil meringkus Sutawijaya. Saat mencabut keris Setan Kober untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Penangsang terpotong sehingga menyebabkan kematiannya.
Dalam pertempuran itu Ki Matahun patih Jipang tewas pula, sedangkan Arya Mataram meloloskan diri. Sejak awal, Arya Mataram memang tidak pernah sependapat dengan kakaknya yang mudah marah itu.

##Dampak budaya##
Kisah kematian Arya Penangsang melahirkan tradisi baru dalam seni pakaian Jawa, khususnya busana pengantin pria. Pangkal keris yang dipakai pengantin pria seringkali dihiasi untaian bunga mawar dan melati. Ini merupakan lambang pengingat supaya pengantin pria tidak berwatak pemarah dan ingin menang sendiri sebagaimana watak Arya Penangsang.

##Kepustakaan##
· Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
· H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
· Hayati dkk. 2000. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional
· M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
· Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius

Januari 24, 2009 Posted by | KEILMUAN | Tinggalkan komentar